Rabu, 13 Januari 2016

Start-up, Apa dan bagaimana memulainya?

startup, start up
Start up

Sering kali akhir akhir ini kita dengar istilah startup/star up. Apa sebenarnya? Menurut wikipedia startup adalah Perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah "startup" menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com, di mana dalam periode tersebut banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.

Perusahaan yang disebut sebagai startup umumnya adalah perusahaan yang berusia kurang dari 3 tahun, pegawai kurang dari 20 orang, bergerak di bidang teknologi, masih dalam tahap berkembang, produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital, dan biasanya beroperasi melalui website. Dari karakteristik tersebut mungkin nampak bahwa startup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan web. Namun faktanya memang seperti itu, kini perkembangan perusahaan yang lazim dilabeli nama Startup adalah perusahaan yang berkenaan dengan dunia tekno dan online.

Di situs quora.com yang merupakan forum tanya jawab seputar bisnis dan start up, Patrick Driscoll, seorang pembacanya memberikan ciri-ciri startup yang cukup gamblang.
berikut ciri-ciri tersebut:
  1. Tidak ada satu tipe startup, karena startup sangat beragam oleh siapa para pemimpinnya, ciri dari produknya, industrinya, serta variabel-variabel lainnya.​
  2. Dapat dikatakan bahwa startup bisa dijelaskan secara umum sebagai yang sangat dinamis, dengan naik turunnya yang sangat cepat.​
  3. Orang-orang kunci sangat sedikit pada saat mencari pendanaan atau menandatangani deal-deal dan di lain waktu sangat fokus untuk mengembangkan beberapa gagasan kunci yang merepresentasian potensi perusahaan.​
  4. Tidak ada departemen pengiriman, tidak ada departemen pemasaran/penjualan, HRD, akunting, bahkan mungkin mereka tidak digaji.​
  5. Yang ada hanyalah orang-orang smart, berpikir cepat, dan berorientasi pada tindakan.​
  6. Tidak ada “jam kerja reguler.”​
  7. Bahkan mungkin tidak ada “kantor” kecuali alamat rumah pendirinya.​
  8. Staf dipekerjakan dari yang umum hingga yang spesifik, para karyawan pertama banyak memakai “topi”, paling tidak hingga volume bisnis atau pekerjaannya membutuhkan staf khusus.​
  9. Startup tidak memiliki staf yang berisikan orang-orang yang bekerja untuk mendapatkan gaji, tetapi orang-orang yang membawa ide bisnis untuk menjadi kenyataan yang menguntungkan.​


Jadi setiap startup bisa beragam dan sangat berbeda satu diantara yang lainnya, bergantug ciri dasar bisnisnya dan prinsip yang menentukan gaya operasionalnya serta prktek perusahaan. 

Bagaimana memulainya?
Startup, start up

1. Definisikan Ide
Di situs startupbisnis.com dijelasakna bahwa sebelum suatu ide bisa di eksekusi menjadi startup ada beberpa hal yang harus di perhatikan. bahkan Ide ini harus menjawab beberapa pertanyaan berikut sebelum Ide itu di uji cobakan. pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan variable yang bisa mebantu kita untuk mendefinisikan Ide kita.
  1. Apa fungsi dari ide tersebut?
  2. Apakah ide tersebut memenuhi kebutuhan banyak orang atau ide tersebut adalah iterasi / perulangan dari ide lainnya yang sudah sukses?
  3. User seperti apa yang akan dilayani?
  4. Value apa yang ide tersebut tawarkan pada user?, dan
  5. Bagaimana mebedakan ide tersebut dengan kompetitor lain?


Jika sudah paham dengan ide sebenarnya, barulah ide tersebut dapat melangkah ke proses berikutnya.

2. menguji Ide.
Ide tersebut mungkin sangat brilian bagi anda, tetapi belum tentu ide tersebut juga menarik bagi orang lain. sebelum melakukan lebih jauh, testing terhadap ide harus di lakukan. Perlu diperhatikan bahwa metode testing dari ide yang tepat itu bergantung dari sejumlah faktor yang berbeda, termasuk ukuran dari ide , berapa lama ide ini dapat diluncurkan ke market dan berapa banyak jumlah investasi yang bisa dilakukan pada market research di awal.

Untuk contohnya, dapat dimulai dengan melakukan polling pada kenalan dan berdasarkan feedback mereka, coba jalankan saja atau membuat kampanye kickstarter. Ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mencari saran, bergantung banyaknya jumlah dari ide yang ingin diterapkan pada proses testing.

3. Mengidentifikasi resources yang dibutuhkan
Dalam proses ini, anda seharusnya memiliki data yang jelas dan nyata yang menunjukkan bahwa ada demand terhadap produk anda dan keinginan orang untuk membayarnya yang akan membuat ide anda layak secara financial. Jika riset market anda tidak cukup untuk men-support ide anda, jangan khawatir! Banyak ide hebat yang muncul dari data yang anda kumpulkan itu. Sekarang terserah anda apakah mau terus iterasi ide anda atau memulai riset terhadap ide selanjutnya!

Jangan berpikir bahwa resources yang dibutuhkan itu hanya uang saja. Untuk contoh, anda memerlukan logo, anda dapat mendesain sendiri atau membayar orang untuk membuatnya. Waktu dan uang mewakili resources anda dalam kasus ini – terserah anda untuk mencari tahu bagaimana menyeimbangkan demand yang bersaing ini.

4. Mengamankan resources yang dibutuhkan
Sekarang anda tahu apa yang anda perlukan untuk memulai ide anda, temukan cara bagaimana anda mendapatkannya!
setiap resources yang dibutuhkan dari setiap ide itu berbeda. Ciptakan bisnis yang bekerja terlebih dahulu, lalu cari bantuan dana dari luar yang dapat membawa bisnis anda ke level selanjutnya.

5. Membuat daftar kerjaan (to-do list)
Jika anda telah melalui empat langkah di atas dan anda masih berpikir bahwa ide bisnis anda layak untuk dikembangkan, sekarang waktunya untuk membuat daftar kerjaan yang akan menjadi peta menuju kesuksesan.
Sebagai contoh membuat daftar kerjaan seperti ini pada peluncuruan produk SaaS adalah sebagai berikut:
  1. Meluncurkan produk ke semua customer
  2. Final debugging
  3. Menerapkan feedback dari test customer
  4. Meluncurkan produk ke test customer
  5. Mengembangkan system distribusi
  6. Debugging awal
  7. Coding awal
  8. Wireframe SaaS front anda back ends
  9. Persempit daftar fitur untuk segera meluncurkan produk
  10. Ide awal


6. Tetapkan deadline pada daftar pekerjaan
Satu hal terakhir yang harus dilakukan sebelum mulai bekerja adalah membuat deadline untuk setiap pencapaian yang anda buat di daftar kerjaan. Jika anda berhasil sejauh ini, Sekarang waktunya untuk memulai kerjaan di daftar kerjaan anda dan merealisasikan konsep dari ide anda menjadi bisnis yang dapat bekerja.

7. Perbaiki ide anda yang diperlukan setelah peluncuran produk
Sayangnya, ide hebat jarang ada yang langsung berhasil. Jika anda adalah satu dari jutaan orang yang berhasil menjadi billionaire dari ide anda . selamat. Tetapi jika anda seperti sebagian besar orang lainnya, ide anda yang tampaknya hebat ini mungkin membutuhkan beberapa iterasi atau pivot untuk menjadi sukses.  

tujuh langkas diatas di uraikan secara mendalam di situs starupbisinis.com dan dengan gamblang akan memiliki petunjuk untuk meneruskan atau berhenti dan mengganti dengan ide yang lain. apapun ide yang luncul, mari kita coba untuk mebayangkan apakah ide tersebut bisa untuk direalisasikan.


Source:

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567